Tuesday, October 30, 2018

Mencegah Plagiasi di Kalangan Mahasiswa


(Ulfiatin,1999) Karya ilmiah merupakan suatu karya manusia atas dasar pengetahuan, sikap dan cara berpikir ilmiah yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk tulisan dengan cara ilmiah pula. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan  karya ilmiah terbentuk dari tiga komponen, yaitu pengetahuan ilmiah, sikap ilmiah dan berpikir ilmiah. Plagiarisme menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010, yaitu: “Plagiat adalah perbuatan yang dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan  karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”.
Menurut Slametjoko yang digolongkan sebagai plagiarisme:
1.       Menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan orang lain.
2.        Mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan identitas yang dirujuk tentang sumbernya.
Menurut Slametjoko Yang tidak tergolong plagiarisme:
1.       Menggunakan informasi yang berupa fakta umum atau menyeluruh.
2.        Menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan identitas sumber yang jelas.
Tindakan plagiat dapat terjadi karena tiga hal. Pertama, ketidaktahuan dalam pengolahan informasi. Tindakan (copy-paste) kalimat dan gambar pada dasarnya bukanlah kegiatan terlarang dalam penulisan riset. Selama pendapat yang dikutip disertai sumber rujukan bukanlah menjadi masalah karena dalam penulisan ilmiah dikenal adanya teknik penulisan kutipan langsung. Identitas sumber rujukan bisa dicantumkan di awal atau akhir kalimat dan gambar yang (copy-paste). Selain itu, ada kewajiban menulis daftar rujukan atau pustaka. Demikian pula, tindakan (copy-paste) ide seseorang juga bukan kegiatan terlarang. Selama disertai sumber rujukan, tindakan ini tidak terlarang. Yang menjadi persoalan adalah ketidaktahuan bagaimana cara pengolahan informasi/referensi. Kedua, kelupaan. Penulis terkadang lupa mencantumkan daftar isi, padahal ia telah menggunakan pendapat, tabel, atau gambar milik orang lain. Ketiga, kesengajaan. Faktor inilah yang tidak dapat ditoleransi karena pendapat, tabel, dan gambar milik orang lain diakui begitu saja dengan sengaja (Widyartono,2018).
Untuk menghindari tindakan plagiasi, dapat dilakukan upaya mencantuman identitas referensi yang dirujuk. Sebaiknya, penulis harus  mencantumkan identitas referensi yang dirujuk, misalnya nama belakang penulis, tahun penulisan, dan halaman tulisan. Inilah etika seorang penulis jika merujuk pendapat orang lain. Tanpa mencatuman identitas referensi yang dirujuk bisa menyebabkan terjadinya klaim sepihak. Klaim ini terjadi bisa jadi akibat tidak tahu dan sengaja. Mengacu kedua hal ini, plagiasi bisa terjadi secara tidak tahu dan sengaja.




















Sumber :
Pencegahan dan penanggulangan plagiarisme. http://library.um.ac.id/images/stories/pustakawan/pdfhasan/plagiarisme.pdf,diakses 29 Oktober 2018
Perilaku Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa.
Widyartono, D. 2015. http://didin.lecture.ub.ac.id/keterampilan-menulis/plagiat, diakses 29 Oktober 2018

Monday, October 29, 2018

Perawatan Wajah Dengan Minyak Zaitun



            Minyak zaitun adalah minyak yang dihasilkan dari ekstrak buah zaitun dan telah mengalami beberapa proses agar menghasilkan minyak . Laman Wikipedia.org (2017) menjelaskan Minyak zaitun atau minyak olive (bahasa Inggris:Olive oil) adalah minyak yang didapat dari buah zaitun (Olea europaea), pohon tradisional dari basin Mediterania. Minyak zaitun berasal dari pohon zaitun yang tumbuh lambat, dan memiliki batang keriput, abu-abu ramping dengan cabang pecah-pecah.
            Minyak ini memiliki banyak manfaat , mulai dari kesehatan hingga kecantikan . Selain itu , Minyak zaitun memiliki banyak zat – zat baik untuk tubuh . Hal ini dibuktikan melalui laman Alodokter.com dan Wikipedia.org (2017) yang menyatakan bahwa minyak zaitun memiliki kandungan lemak tidak jenuh , vitamin e , vitamin k , dan sedikit sekali zat besi . Selain itu menurut laman Familiana.com (2017) Minyak zaitun telah lama digunakan sebagai bagian dari diet sehat terutama bagi masyarakat Mediterania. Jika  pernah mendengar istilah diet mediterania, maka tentu sudah tidak asing lagi dengan minyak zaitun. Diet mediterania itu salah satu metode diet yang menggunakan minyak zaitun untuk mengolah makanan sebagai pengganti minyak nabati lain seperti minyak kelapa sawit. Minyak zaitun diperoleh dari ekstraksi biji buah tanaman zaitun atau yang dikenal dengan nama ilmiah Olea europaea L. Biji buah zaitun mengandung banyak asam lemak terutama asam oleic yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
            Melihat banyak nya kandungan zat baik yang terdapat di dalamnya , minyak zaitun pun dapat diolah menjadi berbagai macam hal mulai dari minyak pembersih wajah hingga solusi untuk berbagai masalah kecantikan lainnya . Seperti contohnya untuk menghilangkan noda jerawat yang membandel . Seperti yang di contohkan oleh laman Manfaat.co.id (2017) Cara menghilangkan noda jerawat yang membandel secara alami, juga dapat dilakukan minyak zaitun. Cukup panaskan sebentar minyak zaitun, lalu oleskan pada bagian wajah yang terdapat noda jerawat. Selain itu menurut laman Manfaatsehat.id (2017) kita bisa menggunakan untuk mengurangi konsumsi obat penurun hipertensi , mencegah terjadinya gejala kanker , dan menurunkan kolestrol .
            Dengan begitu banyaknya manfaat dari minyak zaitun , kita bisa menggunakannya secara bijaksana dan sekaligus mengurangi konsumsi bahan kimia ketimbang bahan alami .









DAFTAR RUJUKAN



SIKAP GENERASI MUDA DALAM MELESTARIKAN BAHASA INDONESIA


            Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa, dimana bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi bangsa. Dengan menggunakan bahasa Indonesia berarti memiliki jiwa Nasionalisme yang tinggi terhadap NKRI. Fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi, baik antar individu, antar kelompok, maupun organisasi sosial. Bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai alat pemersatu antar wilayah dan antar suku di Indonesia. Di Indonesia terdapat 33 provinsi dengan jenis bahasa daerah yang berbeda. Dari berbagai bahasa daerah tersebut tidak semua individu bisa mengerti dan memahami, maka dari itu dengan menggunakan bahasa Indonesia akan mempermudah komunikasi.
            Sebagai generasi muda harus bangga dan cinta kepada bahasa Indonesia, yaitu dengan cara mengenal, memahami, mempelajari, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah sesuai dengan EYD dan tata bahasa baku yang diberlakukan oleh bangsa Indonesia, bukan dengan bahasa kebarat-baratan agar dianggap gaul dan keren. Sebagai generasi milenial, harus bangga menggunakan bahasa Indoneisa agar eksistensi bahasa Indonesia tidak tergeser.
            Generasi muda Indoneisa saat ini yang sering  disebut dengan generasi kekinian sudah mulai kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia. Hal itu bisa dilihat dalam penggunaan bahasa pergaulan sehari-hari,  karena bahasa Indonesia tidak sekeren atau segaul bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Padahal bahasa Indonesia memiliki banyak hal yang bisa membuat bangga.
            Dengan memperingati bulan bahasa, generasi muda harus bisa melestarikan bahasa Indonesia. Tetapi  bulan bahasa hanya diperingati pada bulan Oktober saja. Oleh karena itu bulan bahasa bisa menjadi salah satu upaya dalam mengembangkan dan melestarikan bahasa Indonesia agar tidak terasingkan di negeri sendiri. Kalau bukan generasi muda, siapa lagi yang mau melestarikan bahasa Indonesia? Karena menggunakan bahasa adalah hak asasi manusia, sedangkan melestarikan bahasa adalah tanggung jawab setiap bangsa.